Ayo Gabung di Facebook SMA Almubarak dan SMK Binusa… caranya ketik al mubarak binusa atau al[spasi] mubarak[spasi]binusa by email juga bisa mubarakbinusa@yahoo.com…
LAPTOP DI SEKOLAH
Membandingkan Indonesia dengan Amerika yang merdeka sejak tahun 1776 memang saya tidak berani. Tetapi membandingkan Indonesia dengan dengan lain yang sama-sama lepas dari penjajahan setelah perang dunia ke dua rasanya bukan hal yang “keterlaluan. Terutama membandingkan Indonesia dengan India, sebuah negara multi etnis dan multi agama, yang pada satu dan beberapa hal mirip dengan Indonesia.
Satu yang bikin saya iri dengan India adalah kemampuan rakyatnya dalam dunia IT. Hampir semua perusahaan besar didunia, pengelola ITnya selalu orang-orang India.
Saya memang tidak ingin Indonesia menjadi nomor satu di dunia IT, tetapi sudah saatnya pemanfaatan IT disekolah lebih di galakkan. Saya mengharapkan agar pemerintah Indonesia dapat meniru pemerintah India yang mencanangkan satu anak satu laptop.
Saya membayangkan betapa selama ini setiap tahun ajaran baru, para orang tua murid selalu dibebani dengan pembelian buku yang harganya dapat mencapai 350ribu hingga 500ribu (ini pengalaman saya yang punya anak sekolah di kelas satu SD). Rasanya gila kalau memikirkan betapa setiap 6 bukan sekali saya harus menyediakan dana sebesar itu untuk pembelian buku.
Alhamdulillah, sekarang sudah anak titik cerah. Pemerintah menyediakan buku untuk diunduh secara gratis yang dikenal dengan nama BSE. Namun sayang sampai sekarang saya belum melihat pemanfaatannya karena tidak tahu buku itu mau dipakai dengan cara bagaimana. Apakah mau di print dan di fotocopy atau bagaimana. Salah satu solusi yang saya lihat adalah, kenapa tidak dicanangkan penggunaan laptop di sekolah.
Dengan kerjasama semua pihak, saya yakin pemerintah bisa menyediakan laptop dengan harga dibawah 2juta, menggunakan software open source yang gratis, untuk dapat digunakan oleh anak-anak Indonesia. Bagi orang tua, hal ini lebih menguntungkan dari pada membeli buku setiap semester.
Satu kendala yang selalu terjadi adalah keinginan pemerintah untuk berlaku adil pada rakyatnya. Artinya, kalau ini diterapkan, mungkin ada masalah dibeberapa daerah. Entah karena alasan ekonomi sampai listrik yang belum masuk desa. Tetapi tidak ada salahnya kalau hal ini dimulai dari kota-kota besar dulu.
Pemerintah dapat menutup mata seperti halnya ketika mulai menerapkan peraturan menggunakan helm. Banyak tudingan pemerintah bekerja sama dengan produsen helm. Begitu juga konversi minyak tanah ke gas yang menyangkut bisnis penyediaan tabung gas. Asalkan dapat dibuat kesan yang wajar, saya yakin orang tua tidak keberatan jika diwajibkan membeli atau mencicil laptop untuk anaknya. Toh selama ini para orang tua juga sudah terpaksa untuk membeli buku pelajaran.
Mudah-mudahan dengan program ini, Indonesia dapat meningkat mutu pendidikan dan terutama dapat menghemat penggunaan kertas yang ada akhirnya menghemat hutan kita.
Sumber http://sbypresidenku.com/content/laptop_di_sekolah
Hello world!
All About
SMA Al Mubarak dan SMK Binusa Kini tampil beda. Demi meningkatkan mutu pengajaran dan siap tampil mengantarkan Putra dan Putri Indonesia untuk bersaing di Era Globalisasi. Kami Menghadirkan terobosan dalam penerimaan siswa baru dengan Paket laptop dan Komputer LCD. Demi menunjang kenyamanan Siswa dalam berinternet gratis di sekolah, kami menyediakan free Hotspot Wi-fi dan dan Free internet Corner.
SMA AL MUBARAK & SMK BINUSA
SMA Al Mubarak dan SMK Binusa Kini tampil beda. Demi meningkatkan mutu pengajaran dan siap tampil mengantarkan Putra dan Putri Indonesia untuk bersaing di Era Globalisasi. Kami Menghadirkan terobosan dalam penerimaan siswa baru dengan Paket laptop dan Komputer LCD. Demi menunjang kenyamanan Siswa dalam berinternet gratis di sekolah, kami menyediakan free Hotspot Wi-fi dan dan Free internet Corner.



